KABAR BIREUEN- Komunitas Kami Peduli Bireuen (KPB) membezuk Nek Aminah Ali (81), penderita tumor ganas di rumah saudaranya di Gampong Lancok Pante Ara, Kecamatan Kuala, Bireuen, Minggu (20/1/2019) sore.

Kedatangan relawan KPB yang dipimpin langsung koorrdinatornya, Deni Putra SE, MM tersebut disambut kerabat sang nenek, Fitriani, tempat Nek Aminah menetap usai menjalani perawatan di rumah sakit di Banda Aceh.

Deni Putra kepada Kabar Bireuen menyebutkan, begitu mengetahui informasi tentang nenek tersebut, pihaknya langsung menjenguk serta menyerahkan sedikit bantuan kepada nenek penderita tumor ganas tersebut.

Dikatakannya, apa yang dilakukan KPB merupakan bentuk kepedulian kepada sesama dan itu merupakan kegiatan kemausiaan, tanpa ada kepentingan apapun. Murni saling membantu.

“Kita berharap, bantuan yang kami salurkan ini sedikit membantu pengobatan nenek tersebut. Beliau butuh dana untuk membeli bahan membersihkan luka tumor yang diidapnya ,” ungkap Deni.

Semoga saja, katanya, ada pihak lainnya yang juga ikut membantu nenek tersebut. Karena yang dibutuhkan baiya untuk membeli bahan-bahan pembersih seperti alkohol dan lainnya.

Sementara itu, Fitriani yang kini merawat nenek Aminah mengucapkan terima kasih kepada Komunitas Kami Peduli Bireuen yang telah iklas memberikan dana untuk membantu nenek tersebut.

“Nek Aminah sebelumnya tinggal seorang diri di rumahnya, karena kasihan dia pernah terjatuh beberapa waktu lalu, akhirnya saya bawa ke rumah saya untu dirawat.  Luka akibat tumor yang dideritanya di pantat itu sudah menggerogoti seluruh tubuhnya itu mengeluarkan bau, dan harus dibersihkan,” sebutnya.

Menurut Fitriani, Nek Aminah untuk operasi menjahit luka tomor tersebut, tak bisa ditangani di rumah sakit di Banda Aceh.

“Kata doketr, kalau mau dioperasi menjahit lukanya, maka harus dirujuk ke Medan atau Jakarta. Jadi, sementara ini kami rawat dulu di rumah,” katanya.

Tumor ganas yang diderita Nenek Aminah tersebut telah menggerogoti badannya dan membuat paha nenek ini terus membesar hingga ia makin kesulitan menggerakkan badannya, sehingga dia hanya bisa tergolek di tempat tidurnya. (Ihkwati)

BAGIKAN