KABAR BIREUEN – Selama November 2018, jajaran Polres Bireuen berhasil mengungkap tiga kasus besar Narkotika jenis sabu dengan empat orang tersangka. Salah satunya oknum anggota polisi.

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan barang bukti seberat 463 gram narkotika jenis sabu.

Hal itu diungkapkan Kapolres Bireuen AKBP Gugun Hardi Gunawan SIK, M.Si didampingi Kasat Narkoba, Ipda  M. Nazir, dalam konferensi pers dengan awak media di Mapolres setempat, Senin Siang (3/12/2018).

Diaktakan Kapolres, pada Senin (12/11/2018) sekra pukul 16.00 WIB, di Desa Cot Geuleumpang, Kecamatan Jeunieb, Bireuen, tim Opsnal Satresnarkoba  Polres Bireuen menangkap M bin MN (20), wiraswasta, asal Kecamatan Jeunieb dengan barang bukti sabu yang disita seberat 88 gram.

Selanjutnya, sebut Gugun, pada Senin (26/11/2018) sekira pukul 15.00 WIB , di Desa Blang Tambue, Kecamatan Simpang Mamplam, Opsnal Satresnarkoba  menangkap tersangka M Bin Alm S (47), wiraswasta, dengan berat sabu 250 gram.

“Lalu pada Kamis 29 November 2018, sekira pukul 15.00 WIB, di Desa Keudee Matangglumpangdua, Kecamatan Peusangan, menangkap tersangka M Bin ZA (30), anggota Polri yang bertugas di Polres Bireuen, dengan barang bukti 100 gram sabu,” sebut Kapolres.

Disebutkannya, penangkapan oknum polisi itu dari hasil pengembangan, setelah menangkap tersangka AR Bin Y (20), eks pelajar, dengan barang bukti 25 gram sabu.

“Kita polisi tak pandang bulu, siapapun akan kita tangkap jika terlibat narkotika, termasuk anggota polisi. Polisi akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Nanti jika putusannya sudah inkracht dari pengadilan, bisa saja dipecat,” katanya.

Dari hasil penangkapan pada 12- 29 November 2018 itu, Satresnarkoba Polres Bireuen berhasil menyita barang bukti 463 gram. Jika dikalkulasikan 1 gram sabu dapat digunakan/dikonsumsi sebanyak 8 jiwa. Sabu seberat 463 gram X 8 Jiwa = 3704 jiwa.

Jadi, dapat disimpulkan, jelas Gugun, dengan dilakukannya penangkapan terhadap para pelaku pengedar narkotika jenis sabu, maka Satresnarkoba Polres Bireuen telah menyelamatkan 3704 jiwa.

Keempat tersangka tersebut dijerat pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 112 ayat (2) dari Undang-Undang No 35  Tahun 2009 tentang Narkoba dengan acaman hukuman mati, seumur hidup dan minimal 6 tahun. (Ihkwati)

BAGIKAN