KABAR BIREUENTim penyidik kepolisian Unit Tipiter Satreskrim Polres Bireuen menyerahkan tersangka pelaku penambangan galian C ilegal beserta barang bukti setelah berkas dinyatakan lengkap (P21) oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Satu tersangka MJ bin Abd (53) warga Desa Namploh Krueng, Kecamatan Samalanga diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bireuen, Kamis (7/2/2019) sore.

Penyerahan tersangka serta sejumlah alat bukti, sesuai dengan surat JPU No B-350/B.1.19.3/Euh.1/02/2019, tertanggal 4 Februari 2019 itu diterima jaksa Ronald Regianto,SH,MH.

Kasat Reskrim Polres Bireuen, Iptu Rendi Oktama SH, Kamis (7/2/2019) menyebutkan, tersangka MJ diduga terlibat dalam aksi penambangan ilegal, di Desa Meuleum, Kecamatan Samalanga. Dia ditangkap polisi pada 8 November 2018.

“Dia terlibat perkara tindak pidana pertambangan mineral dan batu bara,” ujarnya.

Penangkapan ini dilakukan berdasarkan informasi masyarakat tentang adanya kegiatan penambangan galian C ilegal di kawasan itu. Polisi yang menerima informasi langsung bergerak ke lokasi di Desa Meuleum, Samalanga. Polisi mengamankan dua unit beko merek Hitachi.

Saat itu ada 2 beko yang sedang bekerja dan 15 unit dam truk yang sedang menunggu antrean untuk mengisi pasir dan bebatuan, kita perintahkan untuk menghentikan kegiatan itu. Saat diminta surat izin, pemilik tidak dapat menunjukkan.

Sementara tersangka lainnya, MY bin T (50), warga Desa Blang Rambong, Kecamatan Peusangan yang diduga terlibat tindak pidana penyahgunaan BBM bersubsidi, diserahkan ke Kejari Bireuen pada 29 Januari 2019 lalu.

Ini berdasarkan Surat P21 dari JPU Nomor: B-178/N.1.19.3/Euh.1/01/2019, tertanggal 21 Januari 2019. Penyerahkan tersangka diterima jaksa Muhammad Gempa Awaljoh Putra SH,MH.

“Tersangka MY dibekuk polisi di kawasan Paya Meuneng, Kecamatan Peusangan, pada 9 Juni 2018 sekira pukul 22.30 WIB,” sebutnya. (Ihkwati)

BAGIKAN