Seluruh anggota Kodim 0111/Bireuen mengikuti Kesegaran Jasmani (Garjas) Periodik I (Pertama) Tahun 2018 yang diselenggarakan oleh Jasrem 011/Lilawangsa di Lpaangan Paya Kareung, Peusangan.

KABAR BIREUEN– Seluruh anggota Kodim 0111/Bireuen mengikuti Kesegaran Jasmani (Garjas) Periodik I (Pertama) Tahun 2018 yang diselenggarakan oleh Jasrem 011/Lilawangsa selama tiga hari berturut-turut mulai 9 – 11 April 2018 di Lapangan Paya Kareung, Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen, Senin (9/4/2018).

Pembinaan jasmani militer tersebut merupakan salah satu fungsi khusus TNI-AD. Sesuai peran dan fungsinya menyelenggarakan pembentukan kemampuan fisik.

Sebelum melaksanakan kegiatan Garjas, terlebih dahulu melaksanakan pengecekan Kesehatan serta prosedur lainnya yang sesuai petunjuk pelaksanaan kesamaptaan jasmani yang dikeluarkan oleh TNI-AD.

Pada pelaksanaan Garjas terdapat beberapa tes fisik yang harus diikuti oleh seluruh peserta diantaranya Samapta A berupa Lari sejauh 3.200 meter dengan waktu capai yang telah ditentukan sesuai kategori umur.

Kemudian dilanjutkan dengan Samapta B seperti Pull-Up, Push-Up, Shit-Up dan Lari Sprint angka delapan. Nilai yang nantinya didapat antara Samapta A dan nilai rata-rata Samapta B akan digabungkan dan hasilnya dibagi dua.

Dari nilai hasil keseluruhan tes kesegaran jasmani (Garjas A+B) ini dibagi dua dan mendapatkan nilai akhir yang akan digunakan sebagai dasar penilaian Garjas periodik.

Di tempat terpisah, Dandim 0111/Bireuen Letkol Inf Amrul Huda, S.E., M.M., M.Sc. menyampaikan, kegiatan tes kesegaran jasmani periodik ini merupakan program yang harus dilaksanakan oleh setiap prajurit Kodim 0111/Bireuen.

“Kemampuan jasmani yang baik mutlak harus dimiliki oleh setiap prajurit, karena hal ini merupakan tolak ukur dalam melaksanakan tugas sehari – hari,” katanya.

Dandim 0111/Bireuen berharap, melalui tes Garjas Periodik ini, dapat mengukur dan mengetahui kemampuan jasmani prajurit setiap enam bulan sekali, apakah meningkat atau sebaliknya menurun.

“Apabila jasmani prajurit meningkat harus dipertahankan akan tetapi apabila jasmani prajurit menurun perlu diadakan pembinaan fisik,” pungkasnya. (Ihkwati)

BAGIKAN