Azhari

KABAR BIREUEN– Terkait pengadaan mobil dinas baru untuk Bupati Bireuen, Ketua Gerakan Pemuda Peduli Masyarakat (GPPM) Bireuen, Azhari, tidak sepakat dengan pengadaan tersebut pada APBK-P 2018.

Kalaupun dibeli, katanya, seharusnya dianggarkan di APBK 2019  dan harganya juga harus disesuaikan.

Karena itu, dia meminta DPRK Bireuen dan Pemkab Bireuen meninjau ulang pembelian mobil mewah untuk Bupati tersebut.

Karena, menurut Azhari, mobil yang lama dan baru setahun dibeli yaitu Toyota Fortuner terbaru masih cukup layak digunakan Bupati Bireuen.

“Untuk apa membeli mobil baru dengan harga sangat mahal, karena masih banyak masyarakat yang lebih layak dibantu dan membutuhkan. Misalnya saja beasiswa untuk mahasiswa dan santri dayah yang lebih berguna,” sebut Azhari kepada Kabar Bireuen, Kamis (4/10/2018)

Selama ini, sebutnya, masih banyak masyarakat menghuni rumah tidak layak huni, maka lebih baik uang membeli mobil itu dialihkan saja pada yang lebih utama.

dikatakannya, untuk membeli mobil dinas mewah merek Toyota Land Cruiser Prado tipe tinggi dengan anggaran Rp1,9 miliar belum waktunya, lebih baik sesuai janjinya Bupati Saifannur saat kampanye  dulu, mewakaf diri untuk rakyat dan membantu rakyat yang membutuhkan.

Pengadaan mobil tersebut disahkan dalam sidang paripurna pengesahan Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten Bireuen (APBK-P) 2018 pada Minggu (30/9/2018) malam yang dilangsungkan di kantor DPRK setempat.

Azhari, mengajak semua elemen bersatu untuk menolak pembelian mobil baru untuk Bupati, lebih baik uang itu dialihkan pada pembangunan ekonomi masyarakat yang lebih berguna. (Ihkwati)

BAGIKAN