KABAR BIREUEN-Anggota DPRK Bireuen Zulfahmi, SE M. S.M meninjau lokasi Waduk Alue Meuh, Minggu (10/2/2019) pagi, yang jebol akibat banjir.

Jebolnya Waduk Alue Meuh 2 tahun lalu membuat sejumlah petani sawah tadah hujan di Gampong Cot Leubeng, Kecamatan Pandrah, Kabupaten Bireuen mengalami gagal panen selama 2 tahun terakhir.

Ketua kelompok Tani Gampong Cot Leubeng Mukhtar Ali alias Apa Ted mengatakan 300 Ha sawah tadah hujan ini merupakan program Pemerintah Kabupaten Bireuen tahun 2016 era Bupati Ruslan M Daud.

“Tidak semua sawah ini bisa dijangkau irigasi Pandrah, maka dibuatlah Waduk Alue Meuh untuk sebagian sawah yang tidak terjangkau irigasi, paska jebol petani mengalami gagal panen,” kata Apa Ted, mantan kombatan GAM eks Tripoli ini.

Dilanjutkannya, pihaknya hari ini sudah merasa lega dengan ditanggulanginya Waduk Alue Meuh oleh Zulfahmi, walau dengan uang pribadi, namun akan berdampak langsung manfaatnya terhadap petani.

Padahal, katanya, sebelumnya masalah ini sudah dilaporkan ke sejumlah instansi Pemerintah termasuk DPRK beberapa waktu lalu, namun tidak direalisasikan pemerintah setempat.

“Tahun 2017 lalu pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bireuen juga pernah Turun ke lokasi, namun pihak BPBD tidak bisa menanggulangi dengan alasan tidak masuk ke kategori Tanggap Darurat,” pungkas Apa Ted.

Hal ini juga dilaporkan oleh para petani setempat kepada anggota DPRK Kabupaten Bireuen dari PKS Zulfahmi, SE. M.S.M yang juga putra daerah setempat.

Zulfahmi telah melakukan audiensi dengan sejumlah petani dan masyarakat setempat beberapa waktu lalu, bahkan telah dimasukkan dalam pembahasan anggaran tahun 2019 kemarin, namun pihak eksekutif tidak memasukkannya dalam sidang pengesahan anggaran 2019.

“Saya punya tanggung jawab moral sebagai putra daerah setempat, ketika usulan ini tidak masuk dalam list pengesahan anggaran maka saya harus merealisasikan secara swadaya”. sebut Zulfahmi.

Dikatakan anggota Komisi E DPRK Bireuen itu, menanggulangi Waduk Alue Meuh dengan mengeluarkan uang pribadi harus dilakukanya sesegera mungkin dikarenakan musim panen akan segera tiba, gagal panen terjadi ketika tanaman padi mulai pembuahan akibat kekurangan air.

Hal yang sama juga dialami Desa Seunubok Baro dan Panton Bili.

Selain itu Zulfahmi juga melakukan kegiatan yang sama di Gampong Paku Kecamatan Simpang Mamplam Kabupaten Bireuen.

Untuk penanggulangan yang maksimal, ke depan dia mengharapkan pemerintah Kabupaten Bireuen dapat memasukkannya dalam anggaran perubahan nanti. (Al Fadhal/Jurnalis Warga)

BAGIKAN