KABAR BIREUEN – Ustaz Malik Adharsyah Syarifuddin, LC, MA Alumni Internasional University of Africa Sudan (Afrika) putera Blang Asan, Kecamatan Peusangan memberikan ceramah Ramadhan di Masjid Jamik Al Ikhlas Geulanggang, Minggu malam (12/5/2019).

Ceramah Ramadhan yang disampaikan itu sangat bermanfaat sebagai pedoman bagi para jamaah muslimin dan muslimat dalam melaksanakan dan memelihara ibadah puasa yang penuh rahmat dan magfirah diwajibkan bagi umat muslim.

Diawali dengan penjelasan makna puasa dalam bahasa Arab disebut dengan Ash Shiyaam artinya Al Imsaak yaitu menahan diri. Istilah, Ash Shiyaam artinya beribadah kepada Allah dengan menahan diri dari makan, minum dan pembatal puasa laiinnya sejak terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari.

Puasa Ramadhan hukumnya wajib berdasarkan firman Allah SWT; “ Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kalian bertaqwa” (QS. Albaqarah:183).

Puasa Ramadhan adalah salah satu dari rukun Islam yang lima, Rasullah bersabda, “Islam dibangun atas lima rukun, syahadat, menegakkan shalat, membayar zakat, melaksanakan haji bagi yang berkemampuan dan puasa Ramadhan. (HR Bukhari Muslim).

Keutamaan puasa adalah ibadah yang tidak ada tandingannya, Rasullah SAW bersabda kepada kepada Abu Umamah Al Bahili, “ Hendaknya engkau berpuasa karena puasa itu ibadah yang tidak ada tandingannya (HR Ahmad An Nasa-i disahihkan Al Albani dalam sahih Annasa-i)

Firman Allah : Setiap amalan manusia itu bagi dirinya, kecuali puasa untuk-KU. Aku akan membalas pahalanya. (HR Bukhari Muslim).

Puasa menggabungkan tiga jenis kesabaran, sabar dalam melakukan ketaatan kepada Allah, sabar dalam menjauhi hal yang dilkarang Allah dan sabar terhadap takdir Allah atas rasa lapar dan kesulitan yang ia rasakan selama berpuasa.

Puasa dan Al Quran akan memberikan syafaat dihari qiamat. (HR Ahmad Tabrani Al Hakim. Orang yang berpuasa akan mendapoat anugerah ampunan dan pahala dari Allah yang berlipat ganda.

Rasulullah SAW bersabda, puasa adalah perisai dari api neraka (HR Bukhari Muslim).

Di syurga ada delapan pintu diantaranya pintu yang dinamakan Ar Rayyan, tidak ada yang bisa memasukinya kecuali orang-orang berpuasa.(HR Bukhari).

Puasa adalah wasilah mengokohkan ketaqwaan kepada Allah, membuat orang merasakan nikmat dari Allah SWT, mendidik mansuia dalam mengendalikan hawa nafsu dan sabar dalam menahan diri, dapat menahan godaan syeitan, menimbulkan rasa hiba dan sayang kepada kaum miskin dan membersihkan tubuh dari elemen-elemen yang tidak baik, serta membuat tubuh sehat.

Orang yang berpuasa wajib meninggalkan segala perbuatan yang diharamkan agama dan dianjurkan untuk memperbanyak melakukan ketaatan, bersedekah, membaca Al Quran, shalat sunat, berzikir, membantu orang lain yang membutuhkan bantuan.

Iktikaf menuntut ilmu agama dan memperbanyak membaca Al Quran dalam bulan Ramadhan adalah amalan yang lebih. (H.AR Djuli)

BAGIKAN