KABAR BIREUEN– Atjeh Connection Community (ACC) Bireuen menjenguk Adelia Monita Fitri (9) yang sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Fauziah Bireuen), Selasa (17/4/2018).

Koordinator ACC wilayah Bireuen, dr Hulaimi Jeunieb, setelah melihat melihat kondisi Adelia, asal Cot Tunong, Kecamatan Gandapura, Bireuen yang terbaring lemah di salah satu ruang rawat inap di rumah sakit itu menyatakan, gadis tersebut menderita TB Paru dengan Gizi buruk.

“Oleh karena itu, pengobatan yang dilakukan harus serius dan disiplin, Adelia harus komsumsi obat selama 6 bulan dan tidak boleh putus obat,” ungkap Hulaimi.

Namun Hulaimi juga menjelaskan, masalahnya adalah Adelia juga mengalami gizi buruk, sehingga penanganannya harus mendapatkan perhatian lebih.

Tim ACC Bireuen juga berkonsultasi dengan dr Halik Tampan yang merupakan Tim Medis KLB Gizi Buruk dan Campak di Asmat.

Selain itu Atjeh Connection Community membantu memberikan susu khusus untuk mengobati gizi buruk kepada Adel, serta memberikan telur, gula, beras, pampers dan lain-lain, sesuai dengan rekomendasi dr Halik Tampan yang sudah berpengalaman menangani gizi buruk di Asmat.

“Kita juga sudah memberikan santunan untuk Adel, semoga dapat membantu Adel dan keluarga,” sebut Hulaimi.

Sementara itu, Pendiri ACC, Anita Utari Amir Faisal menyatakan, ACC Pusat siap membantu sakit yang sedang diderita Adelia.

“Kita akan terus memantau dan dan membantu Adelia untuk sembuh. Selama 6 bulan atau selama masa pengobatan TB ini akan terus kita bantu kebutuhan pengobatan untuk Adelia khususnya masalah gizi buruk,” kata Anita.

Sebelumnya, putri sulung dari pasangan Sri Yuniar dan Afrizal ini sudah pernah dirujuk ke Rumah Sakit Umum Zainal Abidin, pada Kamis 8 Maret 2018 lalu.

“Kondisinya melemah. Ia bahkan tidak bisa duduk, tapi setelah mendapat perawatan dari dokter disana Alhamdulillah Adel sudah bisa duduk, tapi setelah dua hari dirawat di rumah Adelia lansung mengeluhkan lemas dan sakit perut lagi,” ujar Yuniar

Menurut Sri Yuniar, putrinya mengalami gizi buruk saat bulan Oktober tahun lalu. Kala itu, Adel kerap mengeluh sakit perut. Awalnya Yuniar mengira hanya sakit perut biasa. Kemudian Yuniar membawanya ke puskesmas.

“Sejak saat itu tubuhnya semakin mengurus. Berat badannya kini 12 kilo. Padahal sebelum itu 29 kilo,” ujarnya.

Yuniar dan suaminya berusaha keras mengobati putrinya. Menurutnya ia bahkan rela menjual rumahnya untuk pengobatan putrinya, sampai menyatakan rela jika rumahnya dijual untuk pengobatan Adelia. (REL)

 

BAGIKAN