KABAR BIREUEN– SOLOPEDULI mengirimkan tim SIGAB SOLOPEDULI untuk membantu korban banjir di Madium, Jawa Timur, Rabu (6/3/2019).

Pengiriman tim SIGAB yang berjumlah 5 orang tersebut ditujukan untuk proses evakuasi korban banjir dan assesment wilayah terdampak bencana.

Tim SIGAB diberangkatkan dari kantor SOLOPEDULI di Jalan Petir RT 01 RE 14 Jebres Kota Surakarta menuju Kecamatan Balerejo dan ke beberapa wilayah sekitar yang terdampak bencana di Madiun.

Selain tim SIGAB, SOLOPEDULI juga mengirimkan barang-barang logistik seperti makanan siap saji, obat-obatan dan perahu evakuasi. Pemilihan wilayah di Kecamatan Balerejo karena wilayah tersebut hampir 90 Persen warganya terkena dampak banjir, yakni ada 1.112 jiwa.

Banjir menggenang di Kecamatan Balerejo diakibatkan jebolnya tanggul Sambirejo yang terdapat di Kecamatan Jeroan, Kecamatan Balerejo Kabupaten Madiun. Pengiriman tim SIGAB SOLOPEDULI pada tahap pertama tersebut dilakukan selama 3 hari, yakni pada 6-8 Maret 2019.

”Untuk 3 hari ke depan, kami akan melakukan assesmen wilayah ke 4 Kecamatan yang ada di Madiun, yakni di Kecamatan Pilangkenceng, Kecamatan Mejayan, Kecamatan Balerejo dan Kecamatan Saradan. Posko bantuan sementara akan kami buka di Balerejo mengingat banyaknya korban terdampak banjir,” terang Firman selaku kordinator Aksi Tanggap Bencana (SIGAB) SOLOPEDULI.

Bantuan logistik malam ini disalurkan di Desa Garon, Kecamatan Balerejo Kabupaten Madiun Jawa Timur. Penyaluran bantuan logistik sifatnya fleksibel, yakni ke wilayah-wilayah yang mendesak untuk diberi bantuan,

Semalam hujan di sekitar Jawa mengakibatkan banjir di sepanjang aliran Bengawan Solo, salah satunya kota Madiun. Ratusan warga terdampak segera dievakuasi oleh tim SOLOPEDULI. Mendengar kabar banjir Madiun, tim SIGAB SOLOPEDULI meluncur ke TKP.

“Tindakan awal kami tentu mengevakuasi para korban. Tentu kita juga berjaga terus di posko untuk memantau keadaan. Tim juga menyalurkan bantuan logistik untuk warga. Kami berharap, semoga para korban selalu sabar, dan semoga bencana segera surut,” jelas Sidik Anshori. (REL).

 

BAGIKAN