Penandatangan sumpah kebidanan

KABAR BIREUEN– Universitas Almuslim kembali mewisuda 229 lulusannya, Minggu (2/12/2018) di Gedung Auditorium Akademic Center (AAC) Ampon Chiek Peusangan.

Mereka yang diwisuda tersebut lulusan Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan (FKIP) sebanyak 255 orang dan Diploma III Kebidanan, 44 orang. Jumlah peraih cumlaude sebanyak 34 orang.

Khusus untuk lulusan Diploma III Kebidanan, juga turut disumpah kebidanan yang dipimpin dr. Irwan A Gani, yang juga Sekretaris Dinas Kesehatan Bireuen.

Penyerahan ijazah kelulusan peraih cumlaude didampingi oleh orang tua/wali wisudawan masing-masing.

Hadir dan ikut memberikan pidato dan sambutan pada wisuda Umuslim hari ini, Ketua Kepala Lembaga Layanan Pendidikan  Tinggi  (LLDiKTI) XIII Aceh, Prof Faisal A.Rani,SH,M.Hum, lalu ketua Pembina Yayasan Almuslim yang juga Anggota DPR RI, Drs Anwar Idris.

Sementara orasi ilmiah disampaikan Prof Djufri, M.Si, Dekan FKIP Unsyiah.

Rektor Umuslim, Dr H Amiruddin Idris SE,M.Si dalam menyebutkan, tantangan Revolusi Industri 4.0 harus direspon secara cepat dan tepat oleh seluruh civitas akademika Universitas Almuslim, agar mampu meningkatkan daya saing di tengah persaingan global yang kini telah dikuasai perangkat digital.

Berbagai inovasi terus dilakukan, seperti pengembangan Cyber university, penyesuaian kurikulum pembelajaran, dan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam hal Teknologi Informasi, Kecerdasan buatan, sistem siber (Cyber System), yang mengintegrasikan objek fisik, digital dan manusia untuk menghasilkan lulusan perguruan tinggi yang kompetitif dan terampil.

Dengan karakteristik globalisasi seperti itu, menjadi tantangan tersendiri bagi lulusan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan yang bercita-cita menjadi guru. Sebagai garda terdepan dalam pendidikan Guru harus terus belajar untuk meningkatkan kompetensi agar bisa menghadapi peserta didik generasi milenial di era Revolusi 4.0 ini.

Dalam era Revolusi 4.0, guru bukan hanya sekadar mengajar (transfer of knowledge) melainkan harus menjadi manajer belajar.

Hal tersebut mengandung arti, setiap guru diharapkan mampu menciptakan kondisi belajar yang menantang kreatif, inovatif dan aktif dalam menggunakan multimedia, multi-metode, dan multi sumber agar tercapai tujuan pembelajaran seperti yang diharapkan.

“Demikian pula bagi lulusan Diploma III Kebidanan, yang tidak boleh luput dari kemampuan keunggulan menguasai teknologi dan bahasa, hal ini karena perkembangan ilmu kedokteran yang begitu pesat dan tersebar cepat dengan berbagai penemuan baru,” harapnya.

Salah satu inovasi yang sedang dikembangkan Universitas Almuslim menghadapi Revolusi Industri 4.0.yaitu  program inovasi sistem pembelajaran pendidikan online learning (Cyber University).

Program  Cyber University  nantinya diharapkan menjadi solusi bagi Universitas Almuslim dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dengan memanfaatkan perkembangan teknologi digital yang semakin berkembang.

“Baru saja kampus ini menyelesaikan  program   Pendidikan Jarak Jauh dan Hibah Sistem Pembelajaran Daring Indonesia  (SPADA Indonesia) yang bertujuan untuk meningkatkan akses belajar mahasiswa dari dosen-dosen PTN dan PTS di seluruh Indonesia, dimana mahasiswa  mendapat pembelajaran secara Daring (online),” pungkasnya. (Ihkwati)

BAGIKAN